Komitmen Wujudkan Kota Ramah Anak
Apa Kabar Semarang – Wali Kota (Walkot) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menegaskan komitmennya menjadikan Semarang sebagai kota ramah anak. Salah satu langkah strategis yang akan pemerintah tempuh adalah melibatkan langsung anak-anak dalam proses pembangunan, khususnya dalam penyusunan kebijakan yang menyentuh kepentingan mereka.

Anak-anak Sebagai Subjek Pembangunan
Menurut Ita, sapaan akrabnya, anak-anak tidak hanya kita lihat sebagai objek yang menerima manfaat, tetapi juga harus pemerintah beri ruang untuk menyampaikan aspirasi. “Kami ingin anak-anak bisa berpartisipasi, misalnya melalui forum anak, sehingga mereka merasa didengar dan dihargai,” ujarnya, Jumat.
Baca Juga : Wali Kota Semarang Agustina Ajak Investor Turut Bangun PSEL Jatibarang
Program Konkret yang Akan Dijalankan
Pemkot Semarang berencana menghadirkan lebih banyak ruang terbuka hijau, fasilitas bermain yang aman, serta akses pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Selain itu, kebijakan perlindungan anak juga akan pemerintah perkuat, termasuk upaya pencegahan kekerasan dan eksploitasi terhadap anak.
Kolaborasi dengan Sekolah dan Komunitas
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkot akan menggandeng sekolah, komunitas, serta lembaga perlindungan anak. “Kota ramah anak tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja, butuh kolaborasi dengan orang tua, guru, dan masyarakat luas,” kata Ita.
Harapan untuk Generasi Masa Depan
Melibatkan anak-anak dalam pembangunan kota bukan hanya langkah strategis, tetapi juga investasi masa depan. Oleh karena itu, Wali Kota Hevearita menekankan pentingnya partisipasi aktif generasi muda. Dengan demikian, Semarang diharapkan menjadi kota yang aman, nyaman, dan ramah anak. Selain itu, keterlibatan sejak dini akan menumbuhkan rasa memiliki. Akibatnya, anak-anak tumbuh menjadi warga yang peduli dan bertanggung jawab. Pada akhirnya, mereka siap menjadi pemimpin yang mencintai kotanya.






