Apa Kabar Semarang – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa peran pemuda sangat krusial dalam pembangunan daerah, terutama untuk menjamin keberlanjutan estafet kepemimpinan di masa depan. Hal itu disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang periode 2025–2028, pada Selasa (5/8/2025).
Menurutnya, pembangunan tidak akan berarti jika mengabaikan aspirasi dan partisipasi pemuda. “Apalah gunanya kami membangun jika mengabaikan keinginan pemuda? Mari kita bangun bersama supaya estafet kepemimpinan nanti dilanjutkan dengan lebih kokoh dan bermanfaat,” ujarnya.

Agustina juga mendorong KNPI untuk segera menggelar rapat kerja, menyusun program prioritas, serta mengawal keterlibatan pemuda dalam proses penyusunan anggaran 2026. Ia menyebutkan bahwa saat ini Indonesia tengah berada di masa bonus demografi, di mana mayoritas penduduknya berusia produktif.
Baca Juga : Ketua KNPI Kota Semarang terpilih siap kolaborasi bersama pemkot
“Selain bonus demografi, transformasi digital juga menjadi peluang besar. Tapi peluang ini bisa hilang jika pemuda tidak menguasai keterampilan yang relevan,” tambahnya.
Pemuda Jadi Kunci Estafet Kepemimpinan, Kata Wali Kota Semarang
Ketua DPD KNPI Kota Semarang yang baru, Yohana Citra Mahardhika, menyambut baik dukungan dari pemerintah kota dan menyatakan kesiapan organisasinya dalam melaksanakan program kerja strategis. Beberapa di antaranya adalah pengelolaan sampah, peningkatan pendidikan, dan pelatihan keterampilan bagi generasi muda.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tapi momentum emas bagi pemuda Semarang untuk menunjukkan kerja nyata,” tegas Yohana.
Visi yang diusung pengurus baru adalah menjadi wadah kepemudaan yang inklusif, progresif, dan berperan aktif dalam membangun pemuda berdaya saing di Kota Semarang. Visi ini akan menjadi arah gerak organisasi selama tiga tahun ke depan.
Ketua DPD KNPI Jawa Tengah, Casytha Arriwi Kathmandu, turut hadir dan memberikan pandangan inspiratif. Ia menggambarkan KNPI sebagai taman bunga yang berwarna-warni—beragam, namun tetap indah dalam kesatuan.
“Saya memimpin dengan tiga prinsip: ngayomi (melindungi), ngayemi (menenangkan), dan ngayani (menguatkan). Semoga KNPI Kota Semarang selalu solid dan menjadi penggerak perubahan,” tuturnya.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh berbagai tokoh lintas generasi dan berjalan dalam suasana hangat. Dengan kepengurusan baru yang mengusung semangat kolaborasi. KNPI diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kota yang lebih inklusif dan berdaya saing.






