Apa Kabar Semarang — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan peran media massa sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi, meningkatkan transparansi, dan membangun kepercayaan masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan saat membuka kegiatan silaturahmi dan diskusi bersama awak media di Kantor Balai Kota Semarang, Selasa (2/12/2025).
Menurut Wali Kota, sinergi antara pemerintah dan media menjadi kunci agar program pembangunan dan kebijakan publik dapat tersampaikan dengan tepat sasaran.
“Media bukan hanya penyampai berita, tetapi juga mitra strategis yang membantu pemerintah dalam membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat. Informasi yang akurat dan cepat sangat penting dalam mendukung program pembangunan,” ujar Hendrar.
Baca Juga : Pemanfaatan teknologi media sosial dan event berbasis budaya dorong desa naik kelas
Media sebagai Pengawal Transparansi
Agustina menekankan bahwa media juga berperan sebagai pengawas dan pengawal transparansi penyelenggaraan pemerintahan. Dengan informasi yang akurat dan objektif, masyarakat dapat memahami arah kebijakan, mengawasi pelaksanaan program, dan ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan kota.
“Kami mengapresiasi kerja teman-teman media yang selama ini kritis dan konstruktif. Sinergi ini penting agar kebijakan pemerintah tidak hanya dijalankan, tetapi juga dipahami masyarakat secara menyeluruh,” tambahnya.
Dorong Publikasi Program dan Inovasi
Selain itu, Wali Kota juga mendorong media untuk aktif memberitakan inovasi dan program positif yang dilakukan pemerintah kota. Tujuannya agar capaian pembangunan, pelayanan publik, dan program pemberdayaan masyarakat dapat diketahui luas dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.
“Setiap inovasi yang lahir di Semarang harus sampai ke publik. Media membantu menyebarkan informasi ini sekaligus memberikan umpan balik yang membangun bagi kami,” kata Agustina.
Komitmen Pemerintah Kota
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus menjaga keterbukaan informasi dan menjalin komunikasi yang baik dengan awak media. Selain melalui kegiatan formal, pemerintah juga membuka ruang dialog secara berkala untuk membahas berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
“Kami ingin hubungan ini menjadi kemitraan sejati, bukan sekadar hubungan kerja. Media dan pemerintah harus berjalan bersama untuk kesejahteraan masyarakat Semarang,” pungkas Agustina.






