Apa Kabar Semarang — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyambut hangat Taruna dan Perwira Siswa Akademi Kepolisian (AKPOL) dalam kegiatan Tradisi Kenal Pamit yang digelar di halaman Balai Kota Semarang, Minggu (7/12/2025) pagi. Dalam kesempatan tersebut, para Taruna dan Perwira Siswa secara simbolis diterima sebagai warga kehormatan Kota Semarang.

Kegiatan ini merupakan agenda resmi yang dilaksanakan oleh Akademi Kepolisian Semarang berdasarkan ketentuan dalam Buku Tradisi Korps Taruna AKPOL serta peraturan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri terkait tata kehidupan peserta didik.
Simbol Kedekatan AKPOL dan Pemerintah Kota
Dalam sambutannya, Wali Kota Agustina menyampaikan apresiasi atas kehadiran Taruna dan Perwira Siswa AKPOL di Kota Semarang yang selama ini telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
“Kami menyambut dengan penuh kebanggaan Taruna dan Perwira Siswa AKPOL sebagai warga kehormatan Kota Semarang. Kehadiran mereka tidak hanya membawa semangat kedisiplinan, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda,” ujar Agustina.
Ia menegaskan bahwa hubungan antara Pemerintah Kota Semarang dan AKPOL telah terjalin erat selama bertahun-tahun, tidak hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, dan edukasi.
Baca Juga : Bus Trans Semarang Beberapa Kali Kecelakaan, Wali Kota Bakal Evaluasi Menyeluruh
Tradisi Kenal Pamit Sebagai Pembentukan Karakter
Tradisi Kenal Pamit merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter Taruna dan Perwira Siswa AKPOL sebelum dan setelah menjalani tahapan pendidikan. Kegiatan ini menandai perpindahan fase pendidikan sekaligus mempererat hubungan antara peserta didik dengan lingkungan masyarakat.
Perwakilan pimpinan AKPOL dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kedekatan, penghormatan. Serta rasa memiliki terhadap kota tempat para Taruna ditempa menjadi calon perwira Polri.
“Semarang bukan hanya tempat pendidikan, tetapi juga rumah kedua bagi para Taruna. Melalui tradisi ini, mereka diajarkan untuk menghormati masyarakat dan daerah tempat mereka dibentuk,” ungkap salah satu pejabat AKPOL.
Diharapkan Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
Wali Kota Agustina juga berpesan agar para Taruna dan Perwira Siswa mampu menjaga sikap dan etika. Serta menjadi teladan yang baik bagi masyarakat selama menjalani pendidikan di Semarang.
“Jadilah duta AKPOL yang membawa nilai integritas, kedisiplinan, dan pengabdian. Semoga kelak Saudara-saudara menjadi perwira Polri yang profesional dan dicintai rakyat,” pesannya.
Kegiatan Tradisi Kenal Pamit berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan. Acara ditutup dengan penyematan simbol warga kehormatan, penampilan pasukan Taruna, serta foto bersama jajaran Pemkot Semarang dan pimpinan AKPOL.






