Apa Kabar Semarang — Wali Kota Semarang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional layanan transportasi massal Trans Semarang. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penumpang dan perluasan koridor dalam beberapa tahun terakhir.

Evaluasi tersebut dibahas dalam rapat bersama jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang serta pengelola Trans Semarang pada awal pekan ini. Sejumlah aspek menjadi perhatian utama, mulai dari ketepatan waktu armada, kondisi bus, hingga respons petugas di lapangan.
Fokus pada Kenyamanan dan Ketepatan Waktu
Wali Kota menegaskan bahwa Trans Semarang merupakan salah satu tulang punggung transportasi publik di ibu kota Jawa Tengah yang harus kelola secara profesional dan berorientasi pada kebutuhan warga.
“Transportasi publik harus menjadi pilihan utama masyarakat. Artinya, layanan Trans Semarang harus nyaman, aman, dan tepat waktu. Evaluasi ini penting untuk melihat apa saja yang perlu perbaikan,” ujar Wali Kota dalam keterangannya.
Baca Juga : Pemkot Semarang rencanakan bus listrik satu koridor pada 2026
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan manajemen operasional, termasuk pengaturan jadwal keberangkatan agar antrean penumpang di halte tidak terlalu panjang, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Dishub Siap Tindaklanjuti Temuan Lapangan
Kepala Dinas Perhubungan menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait layanan, baik melalui media sosial maupun pengaduan langsung.
“Beberapa catatan kami di antaranya soal headway bus yang belum stabil di sejumlah koridor, lalu kondisi armada yang perlu peremajaan bertahap, serta peningkatan kualitas pelayanan petugas,” katanya.
Dishub juga berkomitmen untuk memperkuat pengawasan di lapangan agar seluruh standar operasional prosedur (SOP) jalankan secara konsisten.
Dorong Masyarakat Beralih ke Transportasi Umum
Dalam kesempatan itu, Wali Kota kembali mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi umum sebagai upaya mengurangi kemacetan dan polusi udara. Ia menilai Trans Semarang memiliki potensi besar menjadi moda transportasi andalan jika kelola dengan optimal.
“Kami ingin Trans Semarang makin dipercaya masyarakat. Kalau layanannya baik, masyarakat akan dengan sendirinya beralih dari kendaraan pribadi,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Semarang juga membuka peluang penambahan koridor baru serta integrasi dengan moda transportasi lain. Evaluasi ini harapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan sistem transportasi publik yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan di Kota Semarang.






