Apa Kabar Semarang — Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan objek wisata Bukit Cinta di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, sebagai creative hub atau pusat kegiatan ekonomi kreatif.

Dukungan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri Festival Ekonomi Kreatif dan Desa Wisata yang digelar di Bukit Cinta, Sabtu malam.
Menurut Samuel, gagasan menjadikan Bukit Cinta sebagai pusat aktivitas kreatif merupakan visi yang sangat baik dan relevan dengan arah pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Bahwa Bukit Cinta ini kemudian mau dijadikan creative hub, itu menurut saya adalah visi yang baik. Tempat ini punya potensi besar untuk menjadi ruang tumbuh bagi pelaku ekonomi kreatif,” ujar Samuel Wattimena.
Potensi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dinilai Saling Menguatkan
Samuel menilai, pengembangan destinasi wisata yang dipadukan dengan aktivitas ekonomi kreatif akan memberikan dampak ganda bagi masyarakat. Tidak hanya mendorong kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, seniman, dan komunitas kreatif lokal.
Baca Juga : Pemkab Temanggung siapkan 21 objek wisata pada libur Nataru
Ia mencontohkan berbagai subsektor ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan di kawasan Bukit Cinta, mulai dari kriya, fesyen, kuliner, fotografi, seni pertunjukan, hingga konten digital. Menurutnya, integrasi antara wisata dan industri kreatif menjadi salah satu kunci penguatan ekonomi daerah.
“Kalau ekosistemnya dibangun dengan baik, tempat ini bisa menjadi etalase produk kreatif lokal sekaligus ruang kolaborasi bagi anak-anak muda,” katanya.
Harap Dukungan Pemerintah Daerah Berkelanjutan
Lebih lanjut, Samuel menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam bentuk kebijakan, pendampingan, serta penguatan infrastruktur penunjang. Ia menilai keberhasilan creative hub tidak hanya ditentukan oleh fasilitas fisik, tetapi juga oleh manajemen yang profesional serta partisipasi aktif masyarakat.
Politikus Komisi VII DPR RI yang membidangi sektor industri, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif itu juga mengingatkan agar pengembangan Bukit Cinta tetap mengedepankan kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan.
“Jangan sampai pengembangan ekonomi justru merusak alam dan menghilangkan identitas lokal. Justru kekuatan kita ada pada budaya dan alamnya,” tegasnya.
Festival Jadi Ajang Promosi Desa Wisata
Festival Ekonomi Kreatif dan Desa Wisata yang digelar di Bukit Cinta menjadi ajang promosi berbagai produk unggulan desa. Sejumlah stan UMKM menampilkan produk kuliner, kerajinan tangan, hingga karya seni kreatif hasil olahan masyarakat setempat.
Kepala daerah setempat menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan DPR RI terhadap pengembangan Bukit Cinta. Menurutnya, komitmen tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus mengembangkan potensi desa wisata secara berkelanjutan.
Salah seorang pelaku UMKM, Siti Nurhayati, mengaku terbantu dengan adanya festival tersebut.
“Dengan adanya acara seperti ini, produk kami lebih dikenal dan penjualan juga meningkat,” ujarnya.






