Apa Kabar Semarang — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang secara resmi memberangkatkan 105 peserta dalam program perjalanan religi lintas agama sebagai bentuk komitmen memperkuat toleransi, kerukunan, serta dialog antarumat beragama di Ibu Kota Jawa Tengah.
Pelepasan peserta dipimpin langsung Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, pada Senin (24/11/2025) di Ruang Lokakrida, Gedung Moch. Ichsan, Balai Kota Semarang.
Kolaborasi untuk Penguatan Moderasi Beragama
Program perjalanan religi lintas agama ini diikuti oleh tokoh agama, perwakilan ormas keagamaan, pemuda lintas agama, serta masyarakat yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Mereka akan mengunjungi sejumlah tempat ibadah, pusat pendidikan keagamaan, serta situs sejarah yang memiliki nilai toleransi tinggi.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk menjaga harmonisasi masyarakat yang multikultural.
“Semarang sejak dulu dikenal sebagai kota toleran. Oleh karena itu, kegiatan ini kami laksanakan agar nilai-nilai kerukunan dan saling menghormati terus ditumbuhkan, terutama bagi generasi muda,” ujar Agustina.
Baca Juga : Sendangasri menuju desa wisata seni dan budaya di Rembang
Ia menegaskan bahwa toleransi bukan hanya slogan, melainkan harus dihidupi melalui pengalaman langsung, dialog, serta perjumpaan dengan pemeluk agama lain.
Membangun Kerukunan Melalui Pengalaman Lapangan
Menurut Agustina, program ini tidak hanya berisi kunjungan seremonial, tetapi juga diskusi dan refleksi bersama. Peserta akan diajak memahami tradisi keagamaan yang berbeda, melihat praktik keberagamaan masyarakat secara langsung, serta memperoleh wawasan baru tentang pentingnya moderasi dan kebhinnekaan.
“Dengan melihat langsung bagaimana keberagaman hidup berdampingan, kami berharap peserta bisa menjadi agen toleransi di lingkungannya masing-masing,” tambah Wali Kota.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang, selaku penyelenggara kegiatan, menambahkan bahwa perjalanan religi tahun ini mengambil rute yang lebih variatif, meliputi rumah ibadah agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Peserta Antusias: Contoh Baik untuk Daerah Lain
Salah satu peserta, Yulianto (34), perwakilan pemuda lintas iman, mengaku antusias dapat mengikuti program tersebut. Menurutnya, Pemkot Semarang memberikan contoh baik bagi daerah lain dalam menjaga keharmonisan.
“Ini kesempatan berharga untuk belajar langsung tentang keberagaman. Kami sangat mengapresiasi langkah Pemkot yang selalu mengutamakan kerukunan,” ujarnya.
Pemkot Berkomitmen Hadirkan Program Berkelanjutan
Agustina memastikan kegiatan seperti ini akan terus berlanjut sebagai agenda rutin pemerintah kota.
“Kota Semarang hanya bisa maju bila masyarakatnya rukun. Kami akan terus menghadirkan program yang memperkuat persatuan,” tegasnya.






