Apa Kabar Semarang – Polda Jawa Tengah (Jateng) menanggapi adanya perbedaan keterangan antara rekonstruksi kecelakaan lalu lintas yang menewaskan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), Iko Juliant Junior, dengan pernyataan saksi kunci, Ilham, yang merupakan pembonceng korban. Rekonstruksi yang digelar pihak kepolisian dinilai memiliki versi berbeda dengan apa yang disampaikan Ilham kepada sejumlah pihak.
Polisi Akan Panggil Ilham untuk Klarifikasi
Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menegaskan bahwa pihaknya akan memanggil Ilham guna dimintai keterangan resmi. “Kasat Lantas akan mengundang Ilham untuk diminta keterangannya. Kemarin kan sudah sempat dipanggil, tapi beliau belum sempat datang karena masih sakit,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (4/10/2025).
Transparansi Proses Penyelidikan
Artanto menambahkan, pemanggilan saksi merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan seluruh rangkaian proses penyelidikan berjalan transparan dan objektif. Polisi juga membuka ruang bagi masyarakat maupun pihak keluarga korban untuk memberikan masukan terkait jalannya kasus tersebut. “Kami berkomitmen menegakkan hukum seadil-adilnya berdasarkan fakta dan bukti di lapangan,” jelasnya.
Baca Juga : Polda Jateng Janji Ungkap Kronologi Tewasnya Iko Juliant Usai Penyidikan
Keluarga Korban Harapkan Keadilan
Sementara itu, pihak keluarga Iko berharap agar kepolisian dapat mengusut tuntas perbedaan keterangan yang muncul. Mereka menilai kesaksian Ilham sebagai saksi yang berada langsung di lokasi kejadian sangat penting untuk mengungkap duduk perkara yang sebenarnya.
Langkah Lanjutan
Polda Jateng memastikan akan terus mendalami kasus ini dengan mengumpulkan berbagai keterangan, termasuk dari Ilham, serta melakukan pencocokan dengan hasil rekonstruksi yang sudah dilakukan. Jika terdapat perbedaan signifikan, kepolisian tidak menutup kemungkinan untuk melakukan rekonstruksi ulang demi memastikan kejelasan kasus.
Kasus kecelakaan yang menewaskan Iko Juliant Junior ini menyedot perhatian publik, khususnya di kalangan mahasiswa. Proses hukum yang berjalan diharapkan dapat memberikan jawaban yang adil bagi keluarga korban sekaligus menjadi pelajaran penting terkait keselamatan berlalu lintas.






