Apa Kabar Semarang – Warga pesisir dan pengguna jalan di jalur Pantura Semarang–Demak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kawasan tersebut diprediksi akan mengalami banjir rob pada Jumat pagi, 5 September 2025.

Fenomena banjir rob ini dipicu oleh kondisi pasang air laut yang bertepatan dengan fase bulan purnama, sehingga tinggi muka air laut lebih besar dari biasanya. BMKG memperkirakan air pasang mulai terjadi sejak pukul 05.00 hingga 09.00 WIB, dengan ketinggian mencapai 60–90 sentimeter di beberapa titik pesisir utara Jawa.
Baca Juga : Tunjangan Perumahan DPRD Jateng Capai Rp 47-79 Juta Per Bulan, Gubernur Sebut Akan Dievaluasi
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Nur Hidayat, menjelaskan bahwa wilayah pesisir utara Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang dan Kabupaten Demak, merupakan area yang rawan terdampak banjir rob. “Masyarakat diharapkan mengantisipasi potensi genangan, terutama di jalur transportasi Pantura, kawasan pelabuhan, dan permukiman pesisir,” katanya.
Pengguna Jalan Diminta Hati-hati
Di Kota Semarang, kawasan yang berpotensi tergenang meliputi Genuk, Kaligawe, Tanjung Emas, serta sebagian Semarang Utara. Sementara di Demak, titik rawan berada di Sayung, Karangtengah, dan sekitar jalur utama Pantura. Pada jam-jam tertentu, ketinggian air dapat mengganggu lalu lintas kendaraan, terutama kendaraan kecil.
BPBD Jawa Tengah sudah menyiagakan tim cepat tanggap di sejumlah titik. Kepala Pelaksana BPBD Jateng, Sarwa Pramana, menyebutkan pihaknya menyiapkan perahu karet, pompa portable, serta berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk rekayasa lalu lintas jika jalan Pantura tergenang parah.
“Pengguna jalan diimbau mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan di jam rawan rob. Untuk warga pesisir, amankan barang-barang penting dan hindari aktivitas di sekitar pantai,” ujar Sarwa.
Sejumlah pengendara truk di Kaligawe mengaku sudah terbiasa menghadapi banjir rob, namun tetap khawatir jika genangan berlangsung lama. “Kalau air tinggi bisa sampai setengah ban, jalan jadi macet total,” ungkap Sutrisno, sopir truk asal Demak.
BMKG menegaskan, fenomena rob kali ini bersifat sementara dan diperkirakan mulai surut menjelang siang. Namun, warga diminta tetap siaga mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu serta potensi hujan lokal yang bisa memperparah genangan.






