Apa Kabar Semarang – Setelah resmi berstatus bandara internasional pada 25 April 2025, Bandara Ahmad Yani Semarang tak hanya membuka rute ke Singapura dan Malaysia, tetapi juga mulai menjalin komunikasi untuk menambah rute ke China dan Arab Saudi.

Tiongkok: Melalui Singapura atau Kuala Lumpur
Dari hasil kunjungan inaugural penerbangan ke Kuala Lumpur, muncul dorongan kuat dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, untuk memperluas jaringan keantariksaan. Ia mengatakan bahwa ada permintaan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng untuk membuka rute ke China. Saat ini diskusi awal telah dilakukan dengan maskapai AirAsia. Jika penerbangan langsung belum memungkinkan, alternatifnya adalah rute tidak langsung via Singapura atau Kuala Lumpur menuju Guangzhou atau kota lain di China.
Baca Juga : AirAsia resmi buka rute internasional Semarang–Kuala Lumpur di Bandara Ahmad Yani
Arab Saudi: Rute Umrah Semakin Dekat
Tak kalah penting, Bandara Ahmad Yani telah membuka rute penerbangan langsung Semarang–Jeddah menggunakan Airbus A320 Neo yang dioperasikan oleh Citilink. Rute ini memudahkan calon jemaah umrah asal Jawa Tengah tanpa harus transit ke Jakarta terlebih dulu.
Sinergi Penguatan Infrastruktur
Fajar Purwawidada, GM Bandara Ahmad Yani, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai maskapai seperti AirAsia, Scoot, dan Malindo untuk memperluas rute internasional. Termasuk rencana penerbangan ke arah China dan Singapura. Dukungan Gubernur dan Wapres Jateng atas rencana perpanjangan landasan pacu semakin memperkuat kesiapan bandara menampung pesawat berbadan besar. Membuka peluang akses langsung rute jarak jauh.
Manfaat Ekonomi dan Pariwisata
Pembukaan rute ke China dan Arab Saudi diprediksi mampu meningkatkan konektivitas, mendorong investasi, dan memperkuat industri pariwisata. Kemudahan akses umrah memaksimalkan potensi dari segmen perjalanan ziarah. Sementara rute ke China membuka jalur dagang dan wisata baru dari Semarang






